MAKALAH PERSPEKTIF FENOMENOLOGI


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak. Lorens Bagus memberikan dua pengertian terhadap fenomenologi. Dalam arti luas, fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Dalam arti sempit, ilmu tentang gejala-gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita. 
Sebagai sebuah arah baru dalam filsafat, fenomenologi dimulai oleh Edmund Husserl (1859 – 1938), untuk mematok suatu dasar yang tak dapat dibantah, ia memakai apa yang disebutnya metode fenomenologis. Ia kemudian dikenal sebagai tokoh besar dalam mengembangkan fenomenologi. Namun istilah fenomenologi itu sendiri sudah ada sebelum Husserl. Istilah fenomenologi secara filosofis pertama kali dipakai oleh J.H. Lambert (1764). Dia memasukkan dalam kebenaran (alethiologia), ajaran mengenai gejala (fenomenologia). Maksudnya adalah menemukan sebab-sebab subjektif dan objektif ciri-ciri bayangan objek pengalaman inderawi (fenomen). Jadi Perspektif Fenomenologi adalah perspektif yang membahas tentang fenomena yang tampak dari individu berdasarkan subjektivitas pola pikir individu.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan perspektif fenomenologi?
Apa yang dibahas dalam fungsi autonomi allport?
Apa yang dibahas dalam teori-teori Lewin?
Apa yang dibahas dalam teori-teori George W. Kelly?
Apa yang dibahas dalam teori-teori Carl Rogers?

BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Perspektif Fenomenologi
Teori fenomenologis fokus pada pengalaman yang dirasakan langsung& konsep individu dan pada usaha individu dalam mencapai pertumbuhan & aktualisasi diri. Pendekatan ini lahir atas anggapan dasar psikoanalisis, bahwa setiap hal, termasuk psikopatologi maupun ketidakmampuan fungsional disebabkan oleh kejadian-kejadian yang dihayati buruk di masa lalu. Kejadian-kejadian buruk atau kegagalan-kegagalan berakar dari pelaksanaan peran yang salah kekuatan-kekuatan dalam atau konflik-konflik intrapsikis. Melalui terapi ia dapat belajar untuk memahaminya, dan melalui penyadaran atau Insight akan timbul pembebasan dari permasalahan yang tersembunyi, simtom-simtom, dan kegagalan untuk hidup produktif, kehidupan penuh makna. Pada akhir 1940-an muncul pemikiran baru sebagai alternative berhubungan dengan berbagai hal yang sukar dilaksanakan dan sukat dipahami dari psikoanalisis, misalnya Nondirective counseling, yang kemudian dikenal dengan nama Client-centeredTherapy berdasarkan pemikiran Carl Rogers.

Pemikiran Rogers ini dianggap sebagai wakil yang paling penting untuk terapi-terapi di luar pendekatan psikodinamik, yang klasik/ortodok atau pendekatan psikodinamik yang sekedar berorientasi pada psikoanalisis saja. Banyak jenis terapi yang lain, di antaranya adalah: Ratio-Emotive Therapy dan Ellis, Gestalt-Therapy dari Perls,Logo Therapy dari Frankl, dan Transactional Analysis dari Eric Berne. Phenomenologi dapat diartikan juga sebagai pandangan seseorang secara subjektif dalam kehidupan. Untuk mengetahui pola pikir subjek, harus mengerti pengalaman yang telah di alami oleh subjek. Dan untuk memahami pola pikir subjek juga harus menggunakan pola pikir subjek tersebut, tidak bisa menggunakan pemikiran sendiri.

Fungsi Autonomy Allport
Fungsi otonomi adalah motivasi individu yang bersifat independen (tidak terikat dengan masa lalu). Ada 2 level fungsi otonomi, yaitu :
Perseverative functional autonomy (perilaku bukan karena alasan awal, tapi perilaku tersebut sudah mejadi kegiatan rutin/habit), contohnya : perokok.
Propriate functional autonomy (perilaku dihubungan pada nilai-nilai, self-image, dan gaya hidup).
3 prinsip propriate functional autonomy : organizing the energy level, astery and competence, propriate paterning.
   
Allport menuliskan bahwa tidak semua perilaku dan  motif dapat diperjelas oleh prinsip-prinsip functional autonomy, seperti : gerak refleks, fiksasi, dan perilaku berasal dari biologis. Dalam fungsi Autonomi karakter dari motif berubah sangat radikal dari masa pertumbuhan awal menuju kematangan, kita bisa membahas motif disaat dewasa seperti menggantikan motif pada masa kanak-kanak atau masa pertumbuhan yang dihasilkan dari kemandirian. Dalam teori ini Allport menekankan pada motif kontemporer yaitu motif yang dapat dimengerti dari apa yang telah ditampilkan pada masa ini tanpa memperhatikan sumber yang terjadi di masa lalu karena masa lalu dianggap tak dapat menjelaskan motif.
Allport juga menjelaskan proses dari kepribadian itu dalam sebuah konsepnya, “functional autonomy”. Konsep ini menjelaskan bahwa motif kematangan, kesehatan emosional seseorang tidak terhubung secara fungsional kepada pengalamannya di masa lalu sejak ia lahir. Dari konsep tersebut dapat diketahui bahwa allport berpendapat bahwa motivasi dari tiap individu itu bersifat independent dan tidak terikat atau terhubung dengan hal yang lainnya. Allport juga terfokus kepada pengalaman persepsi seseorang dimasa kini. Dan fokus kepada pandangan holistik individu sebagai penghubung.
Konsep ini terdiri atas dua level fungsi otonom, yaitu Perseverative functional autonomy dan Propriate functional autonomy.
·Perseverative functional autonomy merupakan level yang dasar, berkaitan dengan perilaku seseorang yang sudah menjadi kegiatan rutin, seperti kecanduan atau tindakan fisik yang berulang. Contohnya : perokok.
·Propriate functional autonomy merupakan level yang lebih penting ketimbang level Perseverative functional autonomy dan penting untuk pemahaman motivasi dewasa dihubungan pada nilai-nilai, self-image, dan gaya hidup.
Selain itu, terdapat tiga prinsip pada level propriate functional autonomy, yaitu:
1.Organizing the energy level, menjelaskan bagaimana kita memperoleh motif baru
2.Mastery and competence, mengacu pada level yang mana akan kita pilih untuk memuaskan motif
3.Propriate patterning, menjelaskan perjuang (usaha) terhadap konsistensi danintegrasi kepribadian.

Lewin’ Life Space
Teori ini masih dipengaruhi oleh teori lapangan yang dibawa oleh freudian. Teori lapangan adalah cara untuk mempersepsikan objek tergantung dari hasil hubungan keseluruhan di lingkungan. Apa yang di persepsikan tergantung kepada hubungan antara persepsi dilapangan dan karakteristik individu.  Life Space Teori  mendefinisikan ruang kehidupan sebagai hasil dari kenyataan yang menentukan sikap dari individu yang sebenarnya yang mencakupi manusia (individu) dan lingkungan psikologi.
B = f(P,E)
B, adalah behavior   f, adalah fungsi   P, adalah person  E, adalah environment
Teori teleological, menyebutkan bahwa kejadian yang akan datang akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku pada masa sekarang. Sebaliknya berdasarkan teori classical physics, menyebutkan bahwa kejadian dimasa lalu adalah yang menyebabkan sifat dan tingkah laku pada masa sekarang. Dalam menyebutkan/ menjelaskan ruang kehidupan lewin menggunakan principle of contemporanity (prinsip modern).

TEORI KEPRIBADIAN KURT LEWIN
Teori Lewin ini dapat dimengerti dalam rangka struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian.
Struktur Kepribadian
Kenyataan psikologi yang selalu dipegang Lewin ialah bahwa pribadi itu selalu ada dalam lingkungannya, pribadi tidak dapat dipikirkan lepas dari lingkungannya.
a. Pribadi
Pribadi itu secara struktural ialah dengan cara melukiskan pribadi itu sebagai keseluruhan yang terpisah dari hal-hal lainnya yang di dunia ini.
b. Lingkungan Psikologis
c. Ruang Hidup
Ruang hidup disebut juga “medan psikologis” (keseluruhan situasi) adalah totalitas realitas psikologis yang berisikan semua fakta yang dapat mempengaruhi tingkah laku individu pada sesuatu saat. Dengan kata lain, tingkah laku adalah fungsi daripada ruang hidup. Dan ruang hidup itu adalah hasil interaksi antara Pribadi (P) dan lingkungan psikologis (Lp).
d. Diferensiasi Ruang Hidup
Penggambaran ruang hidup (pribadi dalam lingkungan psikologisnya) seperti yang telah diberikan di muka atau tidak cukup menggambarkan kenyataan yang sebenarnya, sebab dalam kenyataannya baik pribadi maupun lingkungan psikologisnya itu bukan unitas yang mutlak, tetapi mempunyai diferensiasi. Diferensiasi ruang hidup terdiri atas dua aspek yaitu Pribadi berdiferensiasi dan Lingkungan psikologis berdiferensiasi.
e. Banyaknya Daerah
Banyaknya daerah itu ditentukan oleh banyaknya faktor-faktor psikologis yang ada pada sesuatu saat. Apabila hanya ada dua fakta dalam ruang hidup, pribadi dan ruang psikologisnya, maka hanya ada dua daerah di dalam ruang hidup.
f. Dimensiasi-dimensiasi Ruang Hidup
Ruang hidup itu mempunyai dimensi waktu dan dimensi realitas-realitas.
1). Dimensi Waktu
Kurt Lewin berpegang pada prinsip kekinian. Walaupun menurut prinsip kekinian masa lampau dan masa depan tidak mempengaruhi tingkah laku kini, tetapi sikap, perasaan, pikiran mengenai masa lampau atau masa depan mempengaruhi tingkah laku kini. Karena itu, masa kini harus juga memuat sangkut-pautnya dengan masa lampau dan masa depan. Lewin menunjukkan bahwa ruang hidup neonatus dapat digambarkan sebagai medan yang daerah-daerahnya relatif sedikit dan kurang jelas bedanya satu sama lain.
2). Dimensi realitas-irrealitas
Dimensi dalam ruang hidup itu membawa diferensiasi pula dalam dimensi realitas-realitas. Irrealitas berisikan fakta khayal. Diantara kedua bentuk ekstrem itu terdapat berbagai taraf, seperti perbuatan itu lebih mempunyai realitas daripada berbicara tentang perbuatan itu, tujuan yang ideal kurang sifat realitasnya daripada tujuan yang langsung.

Teori konstruk personal George A. Kelly
Teori konstruk personal George A. Kelly lebih berusaha untukmenjelaskanpribadiorang itusendiri daripada hipotesis dari para psikolog. daripada melihat orang-orang sebagai korban oleh impuls dan pertahanan mereka, posisi ini memandang keinginan manusia secara aktif, hipotesisnya selalu berubah.
Menurut George A. Kelly, psikologi sifat mencoba untuk menemukan tempat seseorang pada dimensi kepribadian teori ini. teori konstruk personal sebaliknya mencoba untuk melihat bagaimana orang melihat dan meluruskan kegiatan untuk dimensi sendiri. Itu merupakan Harapan Kelly untuk menemukan sifat dimensi konstruk pribadi dari pada untuk mencari posisi individu pada dimensi teori para psikolog.
Konstruksi peronal adalah unit utama teori George A. Kelly. Operasi Kelly untuk mengukur konstruk yang paling terlihat dalam perannya membangun tes perbendaharaan. Anda akan diminta untuk daftar banyak orang hal-hal yang penting bagi Anda. Setelah barang-barang tersebut terdaftar, Anda akan diminta untuk mempertimbangkan mereka dalam kelompok tiga. Dalam setiap triad Anda harus menunjukkan bagaimana dua item yang mirip satu sama lain dan berbeda dari ketiga. Hal ini juga memungkinkan untuk mempelajari karakteristik sistem membangun rakyat. 
Tes rep merupakan instrumen yang fleksibel yang dapat disesuaikan untuk berbagai tujuan, dan menyediakan cara sederhana yang mudah digunakan dan peri untuk memulai eksplorasi canstruct pribadi. 

Membangun konseptualisasi Pribadi dari Gary W.
George A. Kelly menggunakan contoh dari pendapat Gary W. tentang dunia.
Rasionalitas-Rasakan. Ini adalah dimensi konstruk yang tampaknya menjadi hal penting untuk Gary. Gary mamberi Contoh hubungan intim antar pasangan Dan hubungan persahabatan. Hubungan intim ini ditandai dengan perasaan yang sangat kuat dan keutamaan emosi, dan didasarkan pada daya tarik fisik. Persahabatan, sebaliknya, didasarkan pada alasan rasional.
Kekuasaan dan kontrol-ketergantungan dan kelemahan. Hal ini tampaknya menjadi dimensi utama yang dewasa dan anak-anak berbeda. Orang dewasa adalah musuh anak-anak. Itu karena orang tua membutuhkan seorang anak yang seperti mereka inginkan, biasanya kebalikan dari apa yang diinginkan anak.
Kekalahan-sukses. Kekalahan-sukses adalah dimensi yang berhubungan erat sekitar yang sejumlah konstruksi yang berkerumun. 

keamanan-kebebasan. Gary menggambarkan peraturan seperti saat bersama keluarganya sedangkan kebebasan seperti hidup santai.
Prilaku acuan untuk konstruksi pribadi
ketika orang mulai untuk mengekspresikan konstruksi mereka, mereka biasanya mulai dengan bahasa yang sederhana dan global. Penilai konstruksi pribadi mengakui bahwa pembicaraan tentang pengalaman pribadi dan perasaan cenderung ambigu. penilaian membangun pribadi yang memadai dari apa yang orang bilang melibatkan analisi sapa yang mereka maksud. analisis konstruksi pribadi bahasa mencoba untuk menguraikan isi dari apa yang disampaikan dan untuk menemukan makna itu bagi orang.
Alhasil, kelly mendesak penyelidikan spesifik dan rumit dalam konstruksi pribadi dengan mendapatkan banyak contoh perilaku sebagai referensi bagi mereka. Kelly menjelaskan dengan rinci teknik-teknik untuk menjelajah kondisi dibawah konstruksi pribadi tentang reaksi emosi.
People as scientists (Manusia sebagai ilmuwan)
Psikologi pembentuk kepribadian meneliti bahwa orang-orang berhasil dalam mengatasi medan psikologis dari hidup mereka. Kelly menegaskan bahwa, sama seperti ilmuwan yang mempelajari hal tersebut, manusia juga berpartisipasi dalam menafsirkan perilaku---mengkategorikan, menafsirkan, menjuluki, dan menilai diri dan dunia mereka: Semua orang adalah ilmuwan.
Individu dinilai oleh psikologi yaitu penilai diri mereka sendiri yang mengevaluasi dan menafsirkan perilaku yang mereka miliki; mereka bahkan menilai psikolog kepribadian yang mencoba untuk menilai diri mereka. Konstruksi dan hipotesis tentang perilaku yang dirumusukan oleh semua orang tanpa menghiraukan gelar resmi dan kepercayaan mereka sebagai ilmuwan. Menurut Kelly, ini adalah konstruksi, dan tidak hanya sekedar respon alamiah, yang harus mempelajari sebuah pendekatan yang memadai untuk kepribadian. Mengkategorikan kepribadian sama jelas ketika seorang pasien gila mendeskirpsikan kepribadiannya, ide-ide pribadi ketika terapi, dan ketika seorang ilmuwan mendiskusikan tentang konstruksi dan teori favoritnya pada pertemuan profesional. Kedua orang mewakili lingkungan internal, dan mengungkapkan pernyataan mereka dan pengalaman pribadi dalam konstruksi psikologis mereka. Konstruksi pribadi, perilaku yang tidak objektif di deskripsikan pada dimensi  yang jelas, menghadapi psikologi kepribadian.
Kelly mencatat bahwa banyak ilmuwan psikologis melihat diri mereka sebagai motivasi untuk mencapai kejernihan nalar dan untuk mengerti fenomena, termasuk hidup mereka. Pokok-pokok dari teori mereka, berbeda dengan teoretisi diri, yang terlihat tidak menyadari korban dari hal yang aneh dan kebiasaan mereka yang tidak dapat di pahami atau di kontrol. Kelly mencoba menghapus perbedaan antara teori dan partisipasi dan memperlakukan semua manusia  jika mereka seorang ilmuwan.
Sama seperti ilmuwan, peserta menghasilkan gagasan dan hipotesis yang mereka coba untuk mengantisipasi dan mengkontrol kejadian dalam hidup mereka. Oleh karena itu, untuk memahami peserta, seseorang harus memahami gagasannya atau teori pribadinya. Untuk mempelajari gagasan seseorang, seseorang harus menemukan contoh perilaku atau referensi untuk mereka. Kita gabisa tau apa yang orang lain maksud ketika mereka mengatakan “saya egois,” atau “aku bukan orang yang ramah” atau “aku mungkin bisa jatuh cinta” kecuali dia memberi kita contoh perilakunya. Contoh yang diperlukan adalah gagasan untuk membangun pribadi,   misalnya cara pasien menafsirkan dirinya “sebagai seorang wanita”, atau teoritis, ketika  seorang psikolog membicarakan tentang “introversi” atau “pertahanan ego”. Gagasan bisa diketahui hanya melalui perilaku.

Constructive Alternativism: Banyak jalan untuk melihat
Jika salah satu mengadopsi pendekatan Kelly, lalu:
Alih-alih membuat pengertian kita sendiri dari apa yang orang lain lakukan kita dapat mengerti apa akalmereke terbuat dari apa yang mereka lakukan. bukan menyusun peristiwa dalam hidup mereka dengan cara yang paling ilmiah terlalu kikir, kita bisa bertanya bagaimana mereka menempatkan sesuatu bersama-sama, tanpa menghiraukan apakah mereka  masih terlalu hemat atau tidak.
Kejadian yang sama bisa dikategorikan sebagai alternatif. Sementara orang-orang mungkin tidak dapat selalu mengubah kejadian, mereka bisa menafsirkannya dengan berlainan atau berbeda(franselle,1995). Itulah yang Kelly artikan dari konstruktif alternativism. Untuk menggambarkan, lihat kejadian ini: Seorang anak menjatuhkan vas bunga kesayangan ibunya. Apa maksudnya? Kejadiannya adalah tentang vas yang pecah. Tanya pada ahli jiwa si anak dan dia akan menyebutkan kemarahan tidak sadar anak tersebut. Tanya pada ibunya dan dia akan mengatakan bahwa betapa jahat anaknya itu. Ayahnya mengatakan kalau anaknya manja. Gurunya melihat bahwa kejadian tersebut bukti dari kemalasan si anak dan kecanggungan kronis; Neneknya menyebut ini hanya sebuah kecelakaan; dan anak tersebut bisa menafsirkan kejadian tersebut sebagai refleksi dari kebodohannya. Sementara kejadian tidak dapat dibatalkan-vasnya pecah-intrepetasi ini membuka untuk konstruksi alternatif dan ini dapat menyebabkan tindakan yang berbeda.
Teori kelly  dimulai dari dalil yang mendasar ini: “Seseorang secara psikologis berproses dengan cara di mana ia mengantisipasi kejadian”(Kelly,1995,p.46). ini berarti bahwa aktifitas seseorang dipandu oleh konstruksi yang digunakan untuk memprediksi kejadian. Seperti teori fenomenologi lainnya, dalil ini menekankan pandangan subjektif seseorang, tapi ini lebih spesifik dalam fokus bagaimana individu memprediksi dan mengantisipasi kejadian. Meskipun rincian teori tidak perlu perhatian kita di sini, beberapa ide-ide utama memerlukan komentar.
Kelly khawatir dengan kenyamanan membangun daripada dengan kebenaran mereka. Ketimbang mencoba menilai apakah membangun tertentu adalah benar, Pendekatannya hadir untuk kenyamanan yang atau utilitas untuk construer. Daripada mencoba untuk menilai apakah atau tidak klien “benar-benar sebuah homosexual” atau “benar-benar akan gila,” satu mencoba untuk menemukan implikasi bagi kehidupan klien menginterpretasikan dirinya dengan cara itu. Jika pembangunan itu tidak nyaman, tugas kemudian adalah untuk menemukan alternatif yang lebih baik--- Yaitu yang  memprediksi lebih baik dan mengarah ke hasil yang lebih baik. Seperti psikolog mungkin akan terjebak dengan teori yang tidak memadai, Jadi para pasien juga dapat menusuk diri pada konstruksi mereka dan menafsirkan sendiri menjadi dilema. individu dapat menyiksa diri menjadi percaya bahwa 'saya tidak cukup layak' atau 'saya tidak cukup berhasil', seolah-olah vonis ini adalah masalah fakta tidak terbantahkan daripada konstruksi dan hipotesis tentang perilaku. pekerjaan psikoterapi adalah untuk menyediakan kondisi-kondisi di mana membangun pribadi dapat diuraikan, dan diuji untuk implikasinya. Jika mereka terbukti menjadi tidak berguna kepada orang, mereka kemudian dapat diubah, hanya seorang ilmuwan dapat mengubah sebuah teori atau gagasan bahwa ternyata tidak untuk bekerja dengan baik. Seperti ilmuwan, setiap orang perlu kesempatan untuk menguji membangun pribadi dan untuk memvalidasi atau membatalkan mereka, semakin memodifikasi mereka dalam pengalaman baru.

Roles : many ways to be  (Peran: banyak cara untuk menjadi)
Daripada melihat manusia yang memiliki ciri-ciri yang cukup stabil, secara umum, Kelly melihat mereka mampu memberlakukan banyak peran yang berbeda dan terlibat dalam perubahan terus-menerus. Peran, untuk kelly, merupakan upaya untuk melihat orang lain melalui kacamata lainnya---itu adalah, untuk melihat seseorang melalui konstruksi nya dan struktur satu tindakan di bawah cahaya. menetapkan peran memerlukan bahwa perilaku dibimbing oleh persepsi dari sudut pandang orang lain. Dengan demikian, peran bermain ibumu, contoh-contoh yang Anda harus mencoba untuk melihat hal-hal (termasuk diri Anda) seperti yang dilakukannya, 'melalui matanya', dan bertindak berdasarkan persepsi ini. Anda akan mencoba untuk bersikap seolah-olah benar-benar ibu Anda. Kelly menggunakan teknik peran bermain secara ekstensif sebagai prosedur therapetic dirancang untuk membantu orang-orang yang memperoleh perspektif baru dan menghasilkan cara-cara mudah untuk hidup.

People Are What They Make of Themselves: Self-Determinations
Seperti fenomena lainnya, Kelly menolak adanya gagasan motif tertentu.  Sifat manusia berfokus pada bagaimana orang menafsirkan sendiri dan apa yang mereka lakukan cahaya konstruksi(Fransella,1995). Kelly (seperti rogers) percaya bahwa ada konsep khusus diperlukan untuk memahami mengapa orang termotivasi dan aktif: setiap orang termotivasi 'tidak ada alasan lain daripada dia hidup'(Kelly,1958,p.49).
Seperti banyak existentialists, Kelly percaya bahwa individu adalah apa yang ia kerjakan dan datang untuk mengetahui sifat-Nya dengan melihat apa yang dia lakukan. Mulai dari pengalaman klinis dengan mahasiswa bermasalah di Fort Hays, Kansas, di mana ia mengajar selama bertahun-tahun, Kelly independen mencapai posisi yang tumpang tindih sangat pandangan seperti  filosof Eropa eksistensial sartre. Di sarrtre (1956) Eksistensial konsepsi, 'exisience mendahului esensi': ada tidak ada sifat manusia---manusia dan dia hal lain, tetapi apa yang dia membuat dirinya.

Carl Rogers
Self Theori
Rogers dan kelly melakukan pengembangan dan menyimpulkan banyak kemiripan pada teori yang mereka kembangkan namun mereka mengembangkannya dalam penyajian yang agak berbeda.
Kelly = personality constructRogers = self theory
Self theory adalah macam - macam pandangan seseorang pada dunia subyektifnya yang didasarkan pada pengalaman yang telah dirasakan.Dalam teori ini obyektif bahkan dianggap sebagai hasil dari subjektifitas (persepsi, tujuan, pilihan). Menurut pandangan Roger “ perilaku sebagai upaya untuk mencapai tujuan untuk memuaskan kebutuhan, yang dirasakan sebagai pengalaman.SELF/diri/konsep diri: persepsi-persepsi  tentang sifat dari diri subyek dengan orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-persepsi tersebut. Konsep diri mempengaruhi perilaku: kuat / lemahnya persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri akan mempengaruhi bagaimana ia mempersepsikan orang lain. Nilai-nilai adalah hasil dari pengalaman langsung dengan lingkungan / diperoleh dari orang lain.

STURKTUR KEPRIBADIAN
1.Organism
Organism adalah makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya, tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadar setiap saat.Subyjective reality Organisme menanggapi dunia seperti yang diamati atau dialaminya. Realita adalah medan persepsi yang sifatnya subjektif, bukan benar-salah.Holism ad/  organisme adalah satu kesatuan sistem, sehingga perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian yang lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi dan bertujuan, yakni tujuan aktualisasi diri, mempertahankan diri dan mengembangkan diri.
2. Phenomenal field (medan fenomenal): keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, di sadari maupun  tidak di sadari antara lain:
- pengalama internal (persepsi mengenai diri sendiri) dan pengalama eksternal (persepsi mengenai dunia luar).
- Meliputi pengalama yang disimbulkan (di amati dan di susun dalam kaitanya dengan diri sendiri).
- Semua persepsi bersifat subyektif, benar bagi diri sendiri.
- Medan fenomenal seseorang tidak dapat di ketahui oleh orang lain kecuali melalui inferensi empatik, itupun pengetahuan yang di peroleh tidak bakal sempurnah
3.Self merupakan bagian medan fenomena yang terdiri dari pola-pola pengamatan dan penilaian sadar dari pada “I” atau “me”.
Self  mempunyai macam-macam sifat:
Self berkembang dari interaksi organisme dengan lingkunganya.
Self mungkin menginteraksi nilai-nilai orang lain dan mengamatinya dlm cara (bentuk) yang tidak wajar
Self mengejar (mengingingkan ) consistency (keutuhan / kesatuan, keselarasan)
Organisme bertingkah laku dlm  cara yg selaras (consistent) dengan Self.
Pengalaman-pengalaman yang tak selaras dengan struktur self diamati sebagai ancaman.
Self mungkin berubah sebagai hasil dari pengamatan (maturation) dan belajar.

DINAMIKA KEPRIBADIAN
A.Positive regard
Dalam self concept mencangkup gambaran siapa dirinya, siapa seharusnya dirinya, dan siapa kemungkinan dirinya. Kesadaran memiliki konsep diri kemudian mengembangkan positif regard: kebutuhan diri agar di terima baik, di cintai dan di akui di lingkungan. Positive regard dari ide akan memuaskan bayi, sebalinya tanpa positif ragard itu bayi menjadi frustasi dan menarik diri.

B. Self consistency dan conruence
(misalnya orang yang memandang dirinya cerdas mengalami event diri kelihatan bodoh). Akibat dari diskripsi dan inconruence itu ad:
1)Individu menyadari dan mengijingkan pengalaman itu masuk kekesadaran. Keadaan incongruence itu akan menimbulkan ketegangan dan kebingungan.
2)Individu yang tidak menyadari keadaan incongruence-nya , dia rentan mengalami anxiety akibat inkonruence itu.
3)Individu tidak mengijingkan pengalaman masuk ke sadaran. Individu juga mengalami kecemasan masuknya discrepancy kesadaran
4)Individu berusaha mempertahankan self-conceptnya dengan defense;(mengaburkan makna asli  suatu pengalaman ) atau dinilai mengingkari pengalaman yang pernah masuk kekesadaran) .
C. Self actualization
Freud memandang organisme sebagai enerji, dan mengembangkan teori bagaimana enerji psikis di timbulkan, ditransfer, dan di simpan. sedangkan Regers memandang organisme terus menerus bergerak. Tujuan tingkah laku bukan  untuk mereduksi tegangan enerji tetapi mencapai aktualisasi diri.
Secara alamiah kecenderungan aktualisasi diri itu aka menunjukkan diri melalui rentangan luas tingkah laku yakni:
1)Tingkah laku yang berakar pada proses fisiologik, termasuk kebutuhan dasar (air, makan,udara).
2)Tingkah laku yang berkaitan dengan motivasi psikologik menjadi diri sendiri, menghasilkan perubahan lingkungan, proses aktif menjadikan sesuatu bermain,mencipta, memulai.
3)Tingkah laku yang alih-alih merendakan tegangan justru meningkatkan tegangan  yakni tigkah laku yg motivasinya untk berkembang menjadi lebih baik.

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Full functioning person
Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya.
Rogers menggambarkan 5 ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut :
terbuka untuk mengalami dan mampu mendengar dirinya sendiri (openess to experience).
hidup menjadi berkembang (existential living).
Keyakinan organismik, mengerjakan apa yg dirasanya benar (organismic trusting).
Pengalaman kebebasan (experiental freedom).
kreativitas (creativity)
Orang yg sehat secara psikologis menurut Carl Rogers antara lain:
Kemampuan u/ menikmati hidup setiap saat
Keinginan u/ lebih mengikuti nalurinya dari pada orang lain.
Kreatif dan bebas u/ berfikir dan bertindak.
Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.

Client Centered Therapy
Terpusat pada client. Terapi bertujuan untuk membawa diri & organisme berinteraksi secara harmoni. Sikap hangat & penerimaan dgn tanpa syarat dari konselor sehingga client bebas menjadi dirinya sendiri, terbuka dan menerima pengalaman yg sebelumnya ditolak karena tidak sesuai dengan konsep dirinya.
Terapi ini mencaritau tentang interaksi harnonik dari diri sendiri dan makhluk hidup. Terapi ini untuk mengobati sifat yang tidak konsisten dari struktur diri. Pasien secara bertahap kembali menyusun konsep diri untuk mencapai pengalaman yang sebenernya.
Pada terapi ini rogers menolak teori freud tentang penghargaan alam, psikodinamik dan perkembangan psikoseksual. Rogers lebih mengutamakan hubungan yang baik kepada klien dan berkonsentrasi terhadap kehidupan klien dengan self developmen. Ia mengajak pasien kembali ke masa lalu mengenang pengalaman. Terapi roger fokus kepada pengalaman dan penyebab sejarah sebagai pembentuk traits (sifat).

BAB III
Kesimpulan
Teori fenomenologis fokus pada pengalaman    yang dirasakan langsung & konsep individu  pada usaha individu dalam mencapai pertumbuhan & aktualisasi diri.  Allport menjelaskan bahwa fungsi otonomi adalah motivasi individu yang bersifat independen (tidak terikat dengan masa lalu). Ada 2 level fungsi otonomi, yaitu perseverative fungctional autonomy (perilaku bukan karena alasan awal, tapi perilaku terasebut sudah menjadi kegiatan rutin/habitat) dan propriate fungction autonomy (perilaku dihubungkan pada nilai-nilai, self-image,dan gaya hidup).  Allport fokus kepada pengalaman persepsi seseorang dimasa kini  dan fokus terhadap pandangan holistik individu sebagai sebuah hubungan. Teori lewin masih dipengaruhi oleh teori lapangan dari freudian. Apa yang dipersepsikan tergantung kepada hubungan antara persepsi dilapangan dan karakteristik individu.Teori konstruk personal George A. Kelly lebih berusaha untuk menjelaskan pribadi orang itu sendiri daripada hipotesis dari para psikolog. Menurut pandangan Roger “ perilaku sebagai upaya untuk mencapai tujuan untuk memuaskan kebutuhan, yang dirasakan sebagai pengalaman.Rogers dan kelly melakukan pengembangan dan menyimpulkan banyak kemiripan pada teori yang mereka kembangkan namun mereka mengembangkannya dalam penyajian yang agak berbeda.

Daftar pustaka
·Mischel/Shoda/Smith. Introduction to personality eds. 7. John Wiley, 2003; New York
·Pengantar Psikologi Klinis. Edisi revisi. Prof. Dr. SUTARDJO A. WIRAMIHARDJA, Psi.
·Feist,Jess & Gregory J.Feist.2010.Teori kepribadian eds.7.Jakarta: Salemba Humanika.

Baca Juga :

  1. Contoh Saran Dalam Makalah Yang Baik Dan Benar
  2. MAKALAH SISTEM POLITIK DI INDONESIA
  3. MAKALAH THAHARAH (SESUCI)
  4. Makalah Sejarah Arab Sebelum Islam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MAKALAH PERSPEKTIF FENOMENOLOGI"

Post a Comment

/* script Youtube Responsive */